الاثنين 9 رمضان 1442 هـ
آخر تحديث منذ 5 ساعة 23 دقيقة
×
تغيير اللغة
القائمة
العربية english francais русский Deutsch فارسى اندونيسي اردو Hausa
الاثنين 9 رمضان 1442 هـ آخر تحديث منذ 5 ساعة 23 دقيقة

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

الأعضاء الكرام ! اكتمل اليوم نصاب استقبال الفتاوى.

وغدا إن شاء الله تعالى في تمام السادسة صباحا يتم استقبال الفتاوى الجديدة.

ويمكنكم البحث في قسم الفتوى عما تريد الجواب عنه أو الاتصال المباشر

على الشيخ أ.د خالد المصلح على هذا الرقم 00966505147004

من الساعة العاشرة صباحا إلى الواحدة ظهرا 

بارك الله فيكم

إدارة موقع أ.د خالد المصلح

×

لقد تم إرسال السؤال بنجاح. يمكنك مراجعة البريد الوارد خلال 24 ساعة او البريد المزعج؛ رقم الفتوى

×

عفواً يمكنك فقط إرسال طلب فتوى واحد في اليوم.

Ucapan Imam Ketika Merapikan Barisan: Shalatlah Seperti Shalat Orang yang Akan Berpisah!

مشاركة هذه الفقرة

Ucapan Imam Ketika Merapikan Barisan: Shalatlah Seperti Shalat Orang yang Akan Berpisah!

تاريخ النشر : 14 جمادى أول 1437 هـ - الموافق 23 فبراير 2016 م | المشاهدات : 3446

Wahai syaikh yang mulia, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Bolehkah ucapan imam: “Shalluu Shalata Muwaddi’in” (Shalatlah kalian seolah-olah shalat orang yang akan berpisah) saat merapikan barisan?

قول الإمام عند تسوية الصفوف: صلوا صلاة مودع

Segala puji hanya milik Allah Rabbsemesta alam, dan aku bershalawat dan memberi salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya.

Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh, amma ba’du:

Yang terbaik, hendaknya seorang muslim memang melaksanakan shalat seperti shalat orang yang hendak berpisah. Ada beberapa hadits dari Nabi Shallallahu Alaihi waSallammeskipun dilihat dari sanad-sanadnya tidak lepas dari kelemahan, namun kesemuanya itu menunjukkan hadits tersebut ada asalnya, di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad (no. 22987) dan Imam Ibnu Majah (no. 4171) dari hadits Abu Ayyub Al-anshari Radhiyallahu Anhudia berkata, “Seorang pria datang menemui Nabi Shallallahu Alaihi waSallamseraya berkata: Wahai Rasulullah, ajarkanlah aku dengan ringkas. Nabi bersabda, “Apabila engkau mendirikan shalat maka shalatlah seolah-olah engkau akan berpisah, dan janganlah engkau mengucapkan perkataan yang suatu saat nanti justru engkau akan meminta maaf atas ucapanmu itu,serta yakinkan hatimu untuk tidak mengharapkan terhadap apa yang dimiliki manusia.”

Hadits yang seperti itu juga diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuoleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath (no. 4427), serta hadits lainnya dari para sahabat Radhiyallahu Anhum. Hanya saja di dalam hadits-hadits ini tidak terdapat keterangan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi waSallammengucapkan demikian saat merapikan barisan.Namun,seandainya imam mengucapkan demikian maka yang tepat dalam masalah ini adalah tidak mengapa. Terlebih jika adanya kebutuhan untuk mengatakan hal itu, disebabkan adanya kegundahan atau kesibukan yang terkadang menghalangi hadirnya hati. Wallahu A’lam.

 

Saudara kalian,

Prof. Dr. Khalid Al-Mushlih

 4/1/1429 H

التعليقات (0)

×

هل ترغب فعلا بحذف المواد التي تمت زيارتها ؟؟

نعم؛ حذف