السبت 29 شعبان 1442 هـ
آخر تحديث منذ 38 دقيقة
×
تغيير اللغة
القائمة
العربية english francais русский Deutsch فارسى اندونيسي اردو Hausa
السبت 29 شعبان 1442 هـ آخر تحديث منذ 38 دقيقة

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

الأعضاء الكرام ! اكتمل اليوم نصاب استقبال الفتاوى.

وغدا إن شاء الله تعالى في تمام السادسة صباحا يتم استقبال الفتاوى الجديدة.

ويمكنكم البحث في قسم الفتوى عما تريد الجواب عنه أو الاتصال المباشر

على الشيخ أ.د خالد المصلح على هذا الرقم 00966505147004

من الساعة العاشرة صباحا إلى الواحدة ظهرا 

بارك الله فيكم

إدارة موقع أ.د خالد المصلح

×

لقد تم إرسال السؤال بنجاح. يمكنك مراجعة البريد الوارد خلال 24 ساعة او البريد المزعج؛ رقم الفتوى

×

عفواً يمكنك فقط إرسال طلب فتوى واحد في اليوم.

Masa Menunggu Bagi Wanita Dalam Melihat Masa Suci

مشاركة هذه الفقرة

Masa Menunggu Bagi Wanita Dalam Melihat Masa Suci

تاريخ النشر : 14 جمادى آخر 1437 هـ - الموافق 24 مارس 2016 م | المشاهدات : 867

Jika seorang wanita menunggu selama sehari semalam dengan tujuan agar dia bisa memastikan keadaannya telah suci dari haidh, lalu dia mandi. Apakah dia wajib mengqadha’ shalat, jika terbukti bahwa sebelumnya dia telah suci di waktu tersebut?”

انتظار المرأة لرؤية الطهر

Segala puji hanya milik Allah Rabb Semesta Alam.Shalawat,salamdan keberkahansemoga selalu terlimpahkepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, keluarganya, dan para shahabatnya. Amma ba'du.

            Dengan memohon taufik kepada Allah Ta'ala,jawaban atas pertanyaan Anda adalah:

Jika dia telah meninggalkan shalat karena mengira bahwa haidhnya masih ada, lalu terbukti jika haidh itu telah berhenti, maka dia tidak wajib mengqadha’ shalat. Yang demikian itu karena dia meninggalkannya dengan sengaja di beberapa waktu dalam kondisi tidak diperintahkan untuk shalat.

Telah dijelaskan dalam hadits yang shahih, bahwa ada seorang wanita yang datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan dia telah meninggalkan shalat di masa yang panjang. Dalam beberapa riwayat disebutkan sampai tujuh tahun dan dia dalam kondisi istihadhah. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak memerintahkannya untuk mengqadha’ apa yang telah terjadi. Itu karena dia meninggalkannya dalam kondisi yang memang tidak diperintahkan. Tidak wajib bagi dia untuk melaksanakan shalat karena adanya sebuah hal yang dia duga, yang menunjukkan jika dia tidak termasuk orang yang boleh shalat.

Akan tetapi jika dia mau berhati-hati lalu mengqadha’ shalat, maka itu bagus. Meskipun dari sisi kewajiban atau keharusan, dia tidak harus mengganti shalat yang dia tinggalkan dalam keadaan mengira kondisinya yang sedang haidh, atau nifas yang belum berhenti. Lalu terbukti jika darah itu ternyata adalah darah rusak atau sebenarnya dia telah suci tanpa dia ketahui atau sadari, atau hal lain yang serupa dengannya.

المادة السابقة
المادة التالية

التعليقات (0)

×

هل ترغب فعلا بحذف المواد التي تمت زيارتها ؟؟

نعم؛ حذف