الاحد 5 جمادى آخر 1442 هـ
آخر تحديث منذ 8 دقيقة
×
تغيير اللغة
القائمة
العربية english francais русский Deutsch فارسى اندونيسي اردو Hausa
الاحد 5 جمادى آخر 1442 هـ آخر تحديث منذ 8 دقيقة

نموذج طلب الفتوى

لم تنقل الارقام بشكل صحيح
×

لقد تم إرسال السؤال بنجاح. يمكنك مراجعة البريد الوارد خلال 24 ساعة او البريد المزعج؛ رقم الفتوى

×

عفواً يمكنك فقط إرسال طلب فتوى واحد في اليوم.

Apakah Darah Yang Keluar Dari Wanita Hamil Termasuk Darah Haidh?

مشاركة هذه الفقرة

Apakah Darah Yang Keluar Dari Wanita Hamil Termasuk Darah Haidh?

تاريخ النشر : 14 جمادى آخر 1437 هـ - الموافق 24 مارس 2016 م | المشاهدات : 913

Apakah darah yang keluar dari wanita hamil termasuk darah haidh?

هل يعتبر الدم النازل من المرأة الحامل دم حيض؟

Segala puji hanya milik Allah Rabb Semesta Alam.Shalawat,salamdan keberkahansemoga selalu terlimpahkepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, keluarganya, dan para shahabatnya. Amma ba'du.

            Dengan memohon taufik kepada Allah Ta'ala,jawaban atas pertanyaan Anda adalah:

Darah yang keluar dari wanita hamil itu tidak lepas dari dua keadaan:

Keadaan pertama: darah yang mengalir sesuai kebiasaan, seperti haidh yang datang sebelum masa kehamilan. Ada dua pendapat Ulama dalam masalah ini. Mayoritas Ulama berpendapat bahwa itu adalah darah rusak (penyakit) yang tidak menghalangi untuk shalat atau puasa. Sedangkan Imam As-Syafi’i dan sekelompok Ulama yang lain termasuk madzhab Hambali, berpendapat bahwa itu adalah darah haidh yang menghalangi dilaksanakannya shalat dan puasa.

Yang kuat dari dua pendapat ini adalah bahwa itu merupakan darah rusak. Sudah terbukti secara medis, bahwa orang yang hamil itu tidak bisa haidh. Sehingga darah yang keluar bersamaan dengan masa kehamilan itu bukanlah darah haidh, akan tetapi hanya darah kotor. Itu adalah darah kotor yang tidak menghalangi untuk shalat dan puasa.

Keadaan kedua: Darah yang keluar dengan tiba-tiba dan tidak teratur atau tidak biasa. Jika itu adalah darah yang keluar tiba-tiba, maka itu adalah darah rusak yang tidak menghalangi dilakukannya shalat.

Jika darah itu keluar berdekatan dengan masa melahirkan, maka sebagian Ulama berpendapat bahwa itu dianggap sebagai darah nifas, sehingga menghalangi untuk shalat dan puasa. Yang benar, itu bukanlah darah nifas. Itu adalah darah rusak yang tidak menghalangi dilakukannya shalat dan puasa. Darah nifas itu keluar setelah melahirkan.

التعليقات (0)

×

هل ترغب فعلا بحذف المواد التي تمت زيارتها ؟؟

نعم؛ حذف