الخميس 22 رجب 1442 هـ
آخر تحديث منذ 2 ساعة 4 دقيقة
×
تغيير اللغة
القائمة
العربية english francais русский Deutsch فارسى اندونيسي اردو Hausa
الخميس 22 رجب 1442 هـ آخر تحديث منذ 2 ساعة 4 دقيقة

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

الأعضاء الكرام ! اكتمل اليوم نصاب استقبال الفتاوى.

وغدا إن شاء الله تعالى في تمام السادسة صباحا يتم استقبال الفتاوى الجديدة.

ويمكنكم البحث في قسم الفتوى عما تريد الجواب عنه أو الاتصال المباشر

على الشيخ أ.د خالد المصلح على هذا الرقم 00966505147004

من الساعة العاشرة صباحا إلى الواحدة ظهرا 

بارك الله فيكم

إدارة موقع أ.د خالد المصلح

×

لقد تم إرسال السؤال بنجاح. يمكنك مراجعة البريد الوارد خلال 24 ساعة او البريد المزعج؛ رقم الفتوى

×

عفواً يمكنك فقط إرسال طلب فتوى واحد في اليوم.

Apakah Ar-Ruh termasuk dzat Allah

مشاركة هذه الفقرة

Apakah Ar-Ruh termasuk dzat Allah

تاريخ النشر : 13 شعبان 1437 هـ - الموافق 21 مايو 2016 م | المشاهدات : 2908

Apa hukum orang yang mengatakan bahwa sabda Rasulullah :

(وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُوْحِهِ)

Artinya: ”Kemudian meniupkan padanya dari Ruh-Nya.”

Yakni bahwa Ruh termasuk dzat dan sifat Allah, oleh karena itu tidak mungkin Allah Ta’ala mengadzab sesuatu yang temasuk dari-Nya?

Dan apakah adzab di kuburan mengenai ruh saja apakah hanya jasad, ataukah kedua-duanya? -Semoga Allah memberi Anda berkah- apa saja pendapat yang terdapat dalam masalah ini, dan apa pendapat yang rajih menurut para peniliti dari kalangan ahli ilmu? Sebagaimana diketahui bahwa ruh ketika terjadi kematian dia tidak ikut mati akan tetapi terpisah dari jasadnya, dan hidup dalam kehidupan alam barzah, baik merasakan adzab atau kenikmatan, maka bagaimana keadaan ruh ketika semua makhluk mati dan tidak tersisa kecuali wajah Rabb kita yang Maha tinggi, kemudian Dia berkata : Milik siapakah kekuasaan hari ini? Maka tidak ada yang menjawab, kemudian Allah menjawab sendiri : Milik Allah yang Maha esa dan Maha perkasa.

هل الروح من ذات الله

Segala puji hanya milik Allah, shalawat, salam dan barakah Allah atas Rasulullah, keluarga dan para sahabat beliau.  
Amma ba’du
Sebagai jawaban atas pertanyaan Anda, maka kita katakan dan Allah Ta’ala sebagai pemberi taufik:
Jawaban pertama : pemahaman seperti ini salah, dan termasuk pemahaman wihdatul wujud (Manunggaling kawula lan Gusti / bersatunya hamba dengan Sang Pencipta) yang tidak bisa membedakan antara Pencipta dan yang diciptakan, karena firman Allah:

﴿وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ﴾ (الحجر:29) و(ص:72)

Artinya: ”Dan Aku telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku.” (QS. Al-Hijr: 29, dan Shad: 72).
Maknanya bukan ruh adam adalah bagian dari ruh Allah Ta’ala, akan tetapi Allah sandarkan ruh Adam kepada-Nya sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan, seperti halnya firman Allah tentang unta betina kaum shalih (unta betina Allah), Allah sandarkan unta betina kepada-Nya sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan, dan seperti perkataan kita baitullah, kholqullah (makhluk Allah) dan lain sebagainya, maka bentuk penyandaran di sini, bisa jadi penyandaran sebagai bentuk penghormatan atau karena penciptaan.

Maka pertanyaan di atas mengandung pemahaman yang dibangun di atas kesesatan. Oleh karena itu, saya nasehati Anda agar menjauh dari pemahaman seperti ini, yang sama sekali tidak didasari atas ilmu sama sekali.
Jawaban kedua: Pada dasarnya adzab di alam barzah berlaku untuk ruh dan mungkin juga badan ikut merasakannya.

التعليقات (0)

×

هل ترغب فعلا بحذف المواد التي تمت زيارتها ؟؟

نعم؛ حذف