الاحد 1 رمضان 1442 هـ
آخر تحديث منذ 1 ساعة
×
تغيير اللغة
القائمة
العربية english francais русский Deutsch فارسى اندونيسي اردو Hausa
الاحد 1 رمضان 1442 هـ آخر تحديث منذ 1 ساعة

نموذج طلب الفتوى

لم تنقل الارقام بشكل صحيح
×

لقد تم إرسال السؤال بنجاح. يمكنك مراجعة البريد الوارد خلال 24 ساعة او البريد المزعج؛ رقم الفتوى

×

عفواً يمكنك فقط إرسال طلب فتوى واحد في اليوم.

MEMBERIKAN UCAPAN SALAM KEPADA ORANG YANG SEDANG MEMBACA AL QURAN ATAU KESIBUKAN YANG LAIN

مشاركة هذه الفقرة

MEMBERIKAN UCAPAN SALAM KEPADA ORANG YANG SEDANG MEMBACA AL QURAN ATAU KESIBUKAN YANG LAIN

تاريخ النشر : 18 شعبان 1437 هـ - الموافق 26 مايو 2016 م | المشاهدات : 1775
- Aa +

Syaikh yang kami muliakan, Assalaamualaikum warahmatullah wa barakatuh. Apakah saya boleh memberikan salam kepada orang yang sedang sibuk membaca Al Quran, sedangkan hal tersebut memotong bacaannya?

السلام على مشتغل بقراءة قرآن و نحوه

Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam aku sanjungkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.

Waalikumussalaam warahmatullah wa barakatuh.

Amma ba’du.

Pada dasarnya hukum menjawab salam adalah wajib, sebagaimana yang difirmankan Allah :

)وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا(

“dan jika kalian diberikan salam maka balaslah salam tersebut dengan yang lebih baik atau yang semisal dengannya” Q.S. An Nisa : 86.

Dan telah diriwayatkan dalam hadis hukum bolehnya meninggalkan menjawab salam dalam beberapa keadaan, karena ada hal yang menghalangi dari menjawab salam. Di antara hadis-hadis tersebut adalah hadis yang diriwayatkan Bukhari (1216) dan Muslim (538) dari Alqamah dari Abdullah bin Mas’ud Radiyallahu ‘anhu berkata : Saya pernah mengucapkan salam kepda Nabi salallahu ‘alaihi wa salam dan beliau dalam keadaan shalat, dan beliau membalasnya. Ketika kami kembali – dari Habasyah- aku berikan salam kepada beliau, tetapi beliau tidak membalasnya, dan beliau berssabda : “Sesungguhnya di dalam shalat ada kesibukkan”. Dari hadis ini jumhur ulama menyimpulkan bahwa hukum orang yang sedang sibuk seperti dalam shalat dan membaca Al Quran dan semisalnya, maka baginya diperbolehkan untuk tidak menjawab salam.

Dalam penyamaan hukum ini ada sedikit koreksi. Shalat dimana Allah melarang bicara di dalamnya terdapat firman Allah :

 )وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ(

“Dan shalatlah kalian karena Allah dengan penuh kekhusyuan” Q.S. Al Baqarah : 238.

Dan dalam Sahih Bukhari (1200) dan Muslim (539) dari Abu Amr Asyaibani berkata, berkata kepadaku Zaid bin Arqam radiyallahu’anhu : (sesungguhnya kami dulu saling becakap-cakap di dalam shalat di masa Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam, salah seorang di antara kami mengajak bicara temannya sesuai dengan keperluannya. Sampai turun ayat

)حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ(

“dan peliharalah semua shalat itu dan shalat wustho (ashar), dan shalatlah kalian karena Allah dengan penuh kekhusyuan”

Maka kami diperintahkan untuk diam)

Sebagaimana Nabi juga menjawab salam dengan isyarat ketika beliau sedang shalat. Sebagaimana ditunjukkan dalam Sahih Muslim (540) dari Jabir Radiyallahu ‘anhu, bahwasanhya dia berkata: Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam pernah mengutusku untuk sebuah keperluan, sampai akau mendapatkannya dengan mudah, dan dalam riwayat : Beliau sedang shalat, maka aku memberikan slam kepadanya, dan beliau memberikan isyarat kepadaku. Setelah beliau selesai, kemudian memanggilku “Sungguh tadi engakau memberikan salam sedangkan aku sedang shalat” sedangkan beliau saat itu mengahdap ke timur.

Tidaklah hilang hak seseorang untuk memberikan salam secara keseluruhan, sebagaimana beliau tidak melarang memberi salam kepada orang yang sedang shalat, tetapi beliau meminta maaf dengan menyampaikan tidak bisa menjawab dengan kata-kata.

Dari hadis tersebut mnunjukkan hukum memulai salam tidaklah hilang secara keseluruhan. Adapun membalas salam dengan bagi orang yang sedang sibuk dan merasa terganggu jika membalas dengan kata, atau dan tidak mungkin membalas dengan kata, maka boleh baginya membalas dengan isyarat. Tetapi jika tidak mengganggunya maka kembali ke asal yaitu kewajiban yang harus dijaga (dari menjawab salam) sebagaimana yang difirmankan Allah :

)وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا(

“dan jika kalian diberikan salam maka balaslah salam tersebut dengan yang lebih baik atau yang semisal dengannya” Q.S. An Nisa : 86.

Dan dalil lain yang menunjukkan kewajiban membalas salam dengan yang lebih baik atau yang semisal.

Adapun hukum salam kepada pembaca Al Quran, telah ditunjukkan dalam hadis yang diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad (16910) dari Uqbah bin Amir radiyallahu ‘anhu, berkata : Kami pernah duduk-duduk di masjid membaca Al Quran, kemudian datanglah Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam, dan beliau memberikan salam kepada kami, maka kami jawab salam beliau, kemudian beliau bersabda : “belajarlah Al Quran, berilah perhatian dan berilah lagu (dalam membaca) dengannya, sunguh demi yang jiwa Muhammad di tanganNya, sesungguhnya ia lebih cepat lepas dari unta yang terlepas dari ikatannya”

Ini juga merupakan dalil yang menunjukkan hukum memberi salam kepada pembaca Al Quran, dan hukum membalas salam bagi pembaca Al Quran jika memang memaksudkan salam.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Saudaramu,

Prof. Dr. Khalid Al Mosleh

29/11/1428 H

المادة السابقة
المادة التالية

التعليقات (0)

×

هل ترغب فعلا بحذف المواد التي تمت زيارتها ؟؟

نعم؛ حذف