السبت 29 شعبان 1442 هـ
آخر تحديث منذ 1 ساعة 57 دقيقة
×
تغيير اللغة
القائمة
العربية english francais русский Deutsch فارسى اندونيسي اردو Hausa
السبت 29 شعبان 1442 هـ آخر تحديث منذ 1 ساعة 57 دقيقة

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

الأعضاء الكرام ! اكتمل اليوم نصاب استقبال الفتاوى.

وغدا إن شاء الله تعالى في تمام السادسة صباحا يتم استقبال الفتاوى الجديدة.

ويمكنكم البحث في قسم الفتوى عما تريد الجواب عنه أو الاتصال المباشر

على الشيخ أ.د خالد المصلح على هذا الرقم 00966505147004

من الساعة العاشرة صباحا إلى الواحدة ظهرا 

بارك الله فيكم

إدارة موقع أ.د خالد المصلح

×

لقد تم إرسال السؤال بنجاح. يمكنك مراجعة البريد الوارد خلال 24 ساعة او البريد المزعج؛ رقم الفتوى

×

عفواً يمكنك فقط إرسال طلب فتوى واحد في اليوم.

Bersetubuh dengan isteri di kamar mandi

مشاركة هذه الفقرة

Bersetubuh dengan isteri di kamar mandi

تاريخ النشر : 23 شعبان 1437 هـ - الموافق 31 مايو 2016 م | المشاهدات : 3480

Apa hukum suami menggauli isterinya di kamar mandi?

جماع الزوجة في الحمام

Segala puji hanya milik Allah, shalawat, salam dan keberkahan atas Rasulullah, keluarga dan para sahabat beliau. 

Amma ba’du.

Sebagai jawaban atas pertanyaanmu maka kita katakan dan Allahlah pemberi taufik:

Hukum jimak di kamar mandi mungkin bisa diambil hukumnya dari “tinggal di dalam kamar mandi melebihi dari kebutuhan”, jumhur ulama berpendapat tentang makruhnya tinggal di dalam kamar mandi melebihi dari kebutuhan, ulama mazhab hanbali berpendapat dengan keharaman hal tersebut; telah disyariatkan bagi seorang muslim untuk berlindung kepada Allah Ta’ala dari setan laki-laki dan setan perempuan, sebagaimana dalam hadits shahihain dari hadits Syu’bah bin Abdul-Aziz bin Shuhaib dari Anas bin Malik berkata : Dahulu Rasulullah jika masuk kekamar mandi berdoa:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الخُبُثِ وَالخَبَائِثِ»

Artinya :”Ya Allah aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan”.

Sebabnya adalah bahwa tempat buang hajat dan termasuk juga kamar mandi adalah tempat untuk sesuatu yang buruk dan dibenci, begitu pula penghuninya, Al-Khubts bermakna keburukan, dan Al-Khaba’its adalah setan-setan.

Oleh karena itu menurut pendapatku bahwa tidak layak bagi seorang muslim menggauli isterinya di tempat seperti ini, karena tempat ini adalah tempat tinggal mereka (para setan), kemudian beresiko pula terhadap dirinya dan isterinya untuk kemudian diganggu oleh setan-setan, karena mereka dapat menguasai manusia di saat keadaan lemah, baik karena senang, sedih ataupun klimaks, dan sebagaimana diketahui disaat jimak seseorang mengalami keadaan ini, Ibnu Muflih dalam kitab Al-Furu’ menukilkan dari Ibnu Jazlah dari Ibnu Jami’ Ash-shaidawi ketika menyebutkan perihal larangan di kamar mandi, berkata :”Dan hendaknya dijauhi jimak di kamar mandi”, sebagai pengetahuan, maksud dari kamar mandi adalah tempat untuk mandi bukan WC. Ini jawabanku dan Wallahu a’lam.

التعليقات (0)

×

هل ترغب فعلا بحذف المواد التي تمت زيارتها ؟؟

نعم؛ حذف