الجمعة 23 رجب 1442 هـ
آخر تحديث منذ 3 ساعة
×
تغيير اللغة
القائمة
العربية english francais русский Deutsch فارسى اندونيسي اردو Hausa
الجمعة 23 رجب 1442 هـ آخر تحديث منذ 3 ساعة

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

الأعضاء الكرام ! اكتمل اليوم نصاب استقبال الفتاوى.

وغدا إن شاء الله تعالى في تمام السادسة صباحا يتم استقبال الفتاوى الجديدة.

ويمكنكم البحث في قسم الفتوى عما تريد الجواب عنه أو الاتصال المباشر

على الشيخ أ.د خالد المصلح على هذا الرقم 00966505147004

من الساعة العاشرة صباحا إلى الواحدة ظهرا 

بارك الله فيكم

إدارة موقع أ.د خالد المصلح

×

لقد تم إرسال السؤال بنجاح. يمكنك مراجعة البريد الوارد خلال 24 ساعة او البريد المزعج؛ رقم الفتوى

×

عفواً يمكنك فقط إرسال طلب فتوى واحد في اليوم.

ZAKAT HARTA PIUTANG

مشاركة هذه الفقرة

ZAKAT HARTA PIUTANG

تاريخ النشر : 3 شوال 1437 هـ - الموافق 09 يوليو 2016 م | المشاهدات : 680

Apakah saya wajib mengeluarkan zakat atas harta yang dipinjamkan istri kepada saya untuk studi yang harus saya kembalikan setelah lima tahun?

زكاة القروض

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam serta keberkahan semoga selalu tersampaikan kepada Rasulullah dan keluarganya serta para sahabatnya.

Amma ba'du.

Dengan memohon taufik dari Allah Ta'ala maka jawaban atas pertanyaan saudara adalah :

Jika orang yang berhutang dalam keadaan susah –sebagaimana keadaan penanya- maka tidaklah wajib baginya untuk berzakat, karena pada dasarnya ia tidak memiliki kemampuan untuk membayar hutangnya; yakni tidak wajib bagi orang yang berhutang. Adapun orang yang memberi piutang maka harta yang ada di tangannyapun menjadi berkurang nishabnya sehingga tidak dihitung sebagai harta yang wajib untuk dizakati.

Namun pertanyaan untuk orang yang berhutang : Apakah wajib baginya zakat atas harta tersebut? Jika hutang tersebut ada pada orang yang kesulitan atau sejenisnya yang menunda pembayaran hutangnya maka tidak wajib baginya zakat menurut pendapat yang paling kuat (rajih). Diantara ulama ada yang berpendapat : wajib baginya zakat satu kali, dan ini adalah pendapat madzhab imam Malik dan sebagaian ulama. Ada pula ulama yang berpendapat : bahkan wajib baginya zakat atas harta yang ia pegang sebelumnya.

Dan yang benar adalah tidak wajib, karena harta tersebut telah menghilangkan salah satu diantara beberapa syarat wajib zakat, yaitu tamamul milki (kepemilikan penuh) dan tetapnya harta dalam kepemilikan. Dan kepemilikan di sini masih dalam jaminan orang lain dan belum tetap karena mengandung kemungkinan hilangnya harta tersebut; oleh karenanya tidak wajib zakat. Inilah pendapat yang paling rajih (kuat).

Wallahu a'lam

Saudaramu.

Prof. Dr. Khalid Al Mosleh

المادة السابقة
المادة التالية

التعليقات (0)

×

هل ترغب فعلا بحذف المواد التي تمت زيارتها ؟؟

نعم؛ حذف