الاحد 5 جمادى آخر 1442 هـ
آخر تحديث منذ 1 ساعة 39 دقيقة
×
تغيير اللغة
القائمة
العربية english francais русский Deutsch فارسى اندونيسي اردو Hausa
الاحد 5 جمادى آخر 1442 هـ آخر تحديث منذ 1 ساعة 39 دقيقة

نموذج طلب الفتوى

لم تنقل الارقام بشكل صحيح
×

لقد تم إرسال السؤال بنجاح. يمكنك مراجعة البريد الوارد خلال 24 ساعة او البريد المزعج؛ رقم الفتوى

×

عفواً يمكنك فقط إرسال طلب فتوى واحد في اليوم.

APAKAH KEADAAN DARURAT INI MEMBOLEHKAN RIBA?

مشاركة هذه الفقرة

APAKAH KEADAAN DARURAT INI MEMBOLEHKAN RIBA?

تاريخ النشر : 6 شوال 1437 هـ - الموافق 12 يوليو 2016 م | المشاهدات : 2473

Saya mendapat kesulitan yang sangat susah dalam masalah keuangan. Ibuku bersikeras agar aku mengembalikan kepadanya uang yang aku pinjam. Aku tidak mengetahui kalau keadaan darurat seperti membolehkan apa yang dilarang, yaitu meminjam dari bank. Bank tersebut tentu mengambil riba. Maka aku shalat dua rakaat. Saya meminta kepada Allah ketetapan dalam hal itu. Kemudian saya pinjam uang dari bank tersebut. Apa pendapat Anda wahai syaikh kami? Apakah istikharah yang dilakukan untuk hal yang haram dibolehkan dalam keadaan darurat?

هل هذه ضرورة تبيح الربا ؟

Segala puji bagi Alla. Shalawat dan salam serta keberkahan semoga selalu tersampaikan kepada Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya.

Amma ba’du.

Ini tidak termasuk dalam keadaan darurat yang membolehkanmu mengambil riba, karena Allah telah berfirman :

﴿وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ﴾ (البقرة:280)

“Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan”Q.S. Al Baqarah : 280.

Maka tidak wajib bagimu mengembalikan pinjaman dengan jalan haram. Dan bagi pemberi hutang agar bersabar sampai ada kemudahan. Dan ketahuilah ada beberapa ulama yang berpendapat : Sesungguhnya riba tidak dibolehkan walau dalam keadaan darurat. Pendapat yang benar bahwasanya ia seperti hal yang diharamkan yang lain menurut saya. Tetapi sepantasnya agar diketahui bahwasanya darurat tidak bisa dibolehkan dalam hal yang haram kecuali dengan dua syarat :

Pertama            : Telah jelas bahwa perbuatan haram itu memang untuk menghilangkan keadaan yang sangat menyulitkan.

Kedua              : Diyakini bahwa perbuatan yang diharamkan memang dalam keadaan darurat.

Adapun istikharah tidaklah dilakukan kecuali dalam hal yang wajib dikerjkan bukan dalam masalah meninggalkan keharaman dan yang makruh. Karena istikharah adalah memilih dua hal yang baik. Dan hal yang diharamkan wajib meninggalkannya dan tidak kebaikan di dalamnya. Atau kebaikan yang tdak diketahui keburukan di dalamnya. Tapi jika maksud istikharah dalam hal yang diharamkan sedangkan ada sebab yang membolehkannya atau ketika menimbang antara dua hal yang diharamkan maka ia disyariatkan dalam hal ini istikharah.

Dan Allah Maha Mengetahui.

Saudaramu.

Prof. Dr. Kholid Al Mosleh

المادة السابقة

التعليقات (0)

×

هل ترغب فعلا بحذف المواد التي تمت زيارتها ؟؟

نعم؛ حذف