الاحد 5 جمادى آخر 1442 هـ
آخر تحديث منذ 1 ساعة
×
تغيير اللغة
القائمة
العربية english francais русский Deutsch فارسى اندونيسي اردو Hausa
الاحد 5 جمادى آخر 1442 هـ آخر تحديث منذ 1 ساعة

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

الأعضاء الكرام ! اكتمل اليوم نصاب استقبال الفتاوى.

وغدا إن شاء الله تعالى في تمام السادسة صباحا يتم استقبال الفتاوى الجديدة.

ويمكنكم البحث في قسم الفتوى عما تريد الجواب عنه أو الاتصال المباشر

على الشيخ أ.د خالد المصلح على هذا الرقم 00966505147004

من الساعة العاشرة صباحا إلى الواحدة ظهرا 

بارك الله فيكم

إدارة موقع أ.د خالد المصلح

×

لقد تم إرسال السؤال بنجاح. يمكنك مراجعة البريد الوارد خلال 24 ساعة او البريد المزعج؛ رقم الفتوى

×

عفواً يمكنك فقط إرسال طلب فتوى واحد في اليوم.

Berihram Dengan Baju Biasa

مشاركة هذه الفقرة

Berihram Dengan Baju Biasa

تاريخ النشر : 14 ذو القعدة 1437 هـ - الموافق 18 اغسطس 2016 م | المشاهدات : 585

Saya ingin bertanya kepada Syaikh yang kami muliakan. Ada seorang teman yang akan berhaji dan umroh. Tetapi ia menghadapi sebuah permasalahan dalam memakai pakaian ihram. Dimana ia memiliki betis yang patah dan ia berjalan menggunakan kaki buatan . Jika ia menggunakan kain ihram maka akan tampak darinya kaki buatan itu yang bisa membuatnya malu. Dan pertanyaannya adalah apakah boleh berhaji dan umroh dengan mengenakan baju yang sesuai dengan keadaannya seperti pakaian putih seperti

الإحرام بالثوب خوفا من الإحراج

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam serta keberkahan semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya.

Amma ba’du.

Jika memakai selendang dan sarung menyebabkan kesulitan dalam berjalan secara alami atau bisa menambahkan kepadanya kesusahan, maka tidak mengapa memakai apa yang sesuai dengannya dari berbagai macam pakaian yang ada. Dan ia harus membayar denda karena memakai baju biasa yaitu dengan menyembelih satu ekor kambing atau puasa tiga hari atau memberi makan enam orang miskin  dengan setengah sha’ untuk setiap orangnya.

Tetapi jika memamakai pakaian ihram tidak menyusahkannya  dan bertujuan untuk menutupi malu maka tidak diperbolehkan . Karena tidak diperbolehkan meninggalkan memakai pakaian seperti ini . Barang siapa yang bertakwa kepada Allah pasti akan diberikan jalan keluar. Dan semoga saja rasa malu ini yang merupakan perasaannya tidak akan pernah berpengaruh Insya Allah Ta’ala. Dan bersyukurlah kepada Allah atas apa yang masih tersisa bagimu dari kenikmatan dan berbagai macam karunia yang diberikan kepadamu.

Saudaramu

Prof. Dr. Kholid Al Mosleh

27/11/1424H

المادة التالية

التعليقات (0)

×

هل ترغب فعلا بحذف المواد التي تمت زيارتها ؟؟

نعم؛ حذف