Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

Solat / ShalatTahiyatul Masjid Di WaktuTerlarangSolat

ShalatTahiyatul Masjid Di WaktuTerlarangSolat

mempublikasikan tanggal : 2016-03-24 | Views : 2309
- Aa +

Syaikh yang sayahormati, Assalam’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.Bolehkahakushalattahiyyatul masjidsaat Imam menyampaikankhutbahJumat,danpadawaktusetelahshalatAshar?

فضيلة الشيخ، السلام عليكم ورحمة الله وبركاته، هل يجوز أن أصلي تحية المسجد والإمام يخطب خطبة الجمعة، وبعد صلاة العصر؟

Segalapujihanyamilik Allah Rabbsemestaalam, danakubershalawatdanmemberisalamkepadaNabikita Muhammad, keluargadanseluruhsahabatnya.

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Amma ba’du.

Shalat dua rakaat tahiyyatul masjid di waktu terlarang masuk dalam kategori yang disebutkan ulama sebagai shalat yang memiliki sebab di waktu-waktu terlarang. Imam Bukhari (no. 1176) dan Imam Muslim (no. 714) meriwayatkan hadits dari Abu Qotadah Radhiyallahu ‘Anhu,dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallambersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, hendaknya dia shalat dua rakaat sebelum duduk.”

Inimenunjukkanbahwashalat orang yang masukke masjid sebanyakduarakaattermasuksunnah. Apabilaiamasuk masjid bertepatandenganwaktuterlarang, makahalinimenjadimasalahbaginya, terlarangshalatatautidak. Olehsebabitu, para ulamaberbedapendapatdalammasalahshalattahiyyatul masjiddi waktu-waktuterlarangsolat. Ada duapendapat:

Pendapatpertama,Tidakbolehshalat di waktuterlarang, karenaituadalahwaktuterlaranguntukshalat,danlaranganinimencakupsemuashalat. PendapatinidipiliholehjumhurulamadarikalanganmadzhabHanafi, Maliki danHambali.

Pendapatkedua,Bolehmelaksanakanshalattahiyyatul masjiddi waktuterlarang, karenatermasukshalat yang memilikisebab. InipendapatmadzhabSyafi’Idansaturiwayat di madzhab Imam Ahmad. Alasanpendapatiniadalahbahwasanyalaranganituuntukshalat yang tidakmemilikisebab. LaranganNabiShallallahu ‘Alaihi wa Sallamterhadapshalat di waktu-waktuterlarangtelahdikhususkanolehbeberapacontohdariNabiShallallahu ‘Alaihi wa Sallam, misalnyamengqadhashalat yang telahluputwaktunya, shalatduaraka’atsetelahthawafdanmengulangshalatbersamajamaah.

SebagaimanaNabiShallallahu ‘Alaihi wa Sallamjugapernahmemerintahkanseorangsahabatuntukshalattahiyyatul masjidsaatkhutbahjum’at. DalamShahihBukhari (no. 1170) danShahih Muslim (no. 564),terdapatsebuahhaditsdari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu,diaberkata: RasulullahShallallahu ‘Alaihi wa Sallambersabda: “Apabilasalahseorang di antara kalian datangke masjid saat imam sedangmenyampaikankhutbah,atautelahkeluarmenujumimbar,makahendaknyashalatduarakaat.”

SedangkanWaktukhutbahadalahwaktuterlaranguntukmelaksanakanshalat. Demikian pula diperbolehkanmelaksanakanshalattahiyyatulmasjiddi seluruhwaktu-waktuterlarang.WallahuA’lam.

Saudara kalian,

Prof. Dr. Khalid Al-Mushlih

20/9/1427 H

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus