Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

Makalah / Media Informasi Mengepung Kita

Media Informasi Mengepung Kita

mempublikasikan tanggal : 2016-04-12 | Views : 1576
- Aa +

Pada hakekatnya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin hidup tanpa berinteraksi dengan sesamanya. Menyelisihi hal ini, berarti dia telah keluar dari hakekat kemanusiaannya. Sepanjang sejarahnya, manusia telah mengenal berbagai jenis dan bentuk sarana komunikasi.
Umumnya, komunikasi terbangun secara langsung dengan mengenal kepribadian satu dengan lainnya, yang terbentuk dengan sebab kerja sama dalam suatu negara, kabilah (suku), pekerjaan, profesi dan lain sebagainya. Seringkali fenomena tersebut melahirkan munculnya beragam warna dan bentuk komunikasi darurat (instan) yang seseorang tidak mampu untuk menghindari dan menjauh darinya. Ibaratnya, jenis komunikas ini dibenci namun harus diterima.
ومن نكد الدُّنيا على الحرِّ أن يرى     ***     عدوَّاً له ما من صداقته بدٌّ
Betapa menjengkelkannya dunia bagi orang merdeka, tatkala ia melihat musuh   
Namun tetap dia harus menampakkan persahabatan dengannya
Sungguh, teknologi modern dan revolusi komunikasi telah melahirkan pola komunikasi yang belum pernah diketahui manusia di masa sebelumnya. Teknologi  memberikan kebebasan cara berkomunikasi di dunia bagi setiap orang, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, jenis kelamin serta umur, dan terus menyebar ke seluruh penjuru dunia. Melalui tulisan seperti `twitter` dan `facebook`, atau melalui suara dan gambar seperti aplikasi `keek`, begitu juga melalui gambar fotografi yang dipilih oleh pemilik akun seperti pada aplikasi `instagram`. Dengan ini, media komunikasi sosial telah meliputi segala sisi komunikasi manusia.
Semua jenis media komunikasi sosial ini telah menciptakan perubahan gaya hidup. Hingga mayoritas manusia  sibuk dengan beragam media sosial  setiap harinya, sesuai perbedaan umur, kepentingan dan jenjang pendidikan. Bahkan, Anda saksikan kesibukan di dunia maya ini mempengaruhi dunia nyata, sampai hampir-hampir mencekiknya.
Studi dan himbauan senantiasa diberikan dalam rangka mengarahkan untuk mencegah dampak negatif media sosial ini. Sejauh apa kebaikan dan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat, juga sejauh mana nilai-nilai yang dapat menyebabkan pergeseran norma-norma dan tergelincirnya langkah kaki. Bukan hanya masalah syahwat semata, namun perkara yang lebih bahaya dari itu, yaitu hembusan syubhat dan aneka macam pemikiran yang menyimpang ke kanan dan kiri.
Tak dapat dipungkiri, sesungguhnya banyak manusia memanfaatkan media ini tanpa tujuan, visi dan misi. Tujuan mereka menggunakannya hanya untuk kesenangan semata, copy paste, coba-coba atau sekedar `browsing`. Oleh karena itu, termasuk perkara penting: menyebarkan etika berinteraksi melalui media ini serta mengetahui manfaat dan bahayanya, karena orang yang masuk ke dalamnya tanpa bekal ibarat orang yang berlayar dengan sebuah sampan kecil yang sedang dikelilingi derunya ombak, tinggal menunggu tenggelam dan hancurnya sampan itu.
Lebih penting lagi, perhatian berupa bimbingan bagi para pengguna media ini, dimana kebanyakan mereka adalah anak-anak muda yang kurang pengalaman hidup. Padahal dalam media-media ini, bayak pengintai jahat yang menjadikannya gerbang dan jalan menuju tayangan-tayangan dan pikiran-pikiran yang sulit untuk dicerna mereka secara langsung. Sehingga menuntut ditingkatkannya filter dalam berfikir dan berperilaku, penjagaaan diri, serta kemampuan untuk menyaring dan membedakan antara yang benar dan salah, antara yang baik dan buruk. Dan Allah lah sebaik-baik penjaga dan Dialah Dzat Yang Maha Pengasih.

شبكات التواصل تحاصرنا

Ditulis oleh:    
Prof. Dr. Khalid Al-Mushlih
Dosen Fiqih di Universitas Al-Qashim
11/2/1435 H

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus