Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

Puasa / Transfusi Darah Bagi Orang Yang Berpuasa

Transfusi Darah Bagi Orang Yang Berpuasa

mempublikasikan tanggal : 2016-05-05 | Views : 2053
EN
- Aa +

Syaikh yang terhormat, Assalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh... Saya terkena penyakit kanker darah, dan saya mengikuti proses kemoterapi. Untuk membersihkan diri dari sisa-sisa bahan yang digunakan, para dokter mengalirkan cairan lewat pembuluh darah dan mereka juga menambahkan darah dan plasma. Apakah proses tersebut membatalkan puasa atau tidak?

حقن الدم للصائم

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala,Rabb semesta alam. Shalawat, salam, dan keberkahan semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, keluarganya, dan para shahabatnya. Amma ba'du:

Dengan memohon taufik kepada Allah Ta'ala kami akan menjawab pertanyaanmu, kami katakan:

Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh...

Tidak diragukan lagi, bahwa penyakit tersebut memubahkan untuk tidak berpuasa; dan yang lebih afdhal adalah Anda tidak menyusahkan dirimu sendiri dengan berpuasa. Jika anda mampu mengqadhanya, maka qadhalah hari-hari yang anda batalkan. Jika tidak mampu mengqadhanya, maka berilah makan satu orang miskin setiap harinya.

Adapun yang berkaitan dengan transfusi darah, baik pada penyakit sejenis itu ataupun yang lainnya, maka pendapat yang dianut oleh mayoritas ulama kontemporer adalah bahwa dia membatalkan puasa; karena darah yang masuk ke dalam tubuh itu dapat menguatkan dan menjaga stamina tubuh sama seperti halnya makanan dan minuman.

Ada juga sekelompok ulama yang berpendapat bahwa transfusi darah tidak membatalkan puasa, karena dia bukan makanan dan bukan minunan, dan tidak semakna dengan makanan dan minuman dari semua sisi. Penguatan dan penggizian tubuh adalah salah satu tujuan dari makanan dan minuman. Jika hal itu didapatkan oleh orang yang berpuasa dengan selain makanan dan minuman, maka itu tidak membatalkan puasa. Mungkin bisa dijadikan sebagai dalil, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 1922) dan Muslim (no. 1102) dari hadits Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma tentang kisah puasa wishal yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan beliau melarangnya terhadap para shahabatnya. Mereka berkata kepada beliau, "Akan tetapi kamu sendiri melakukan puasa wishal?" Maka beliau bersabda, "Aku tidak seperti kalian. Sesungguhnya aku selalu diberi makan dan diberi minum."

Maklum adanya, bahwa makanan dan minuman itu bukan makanan dan minuman yang membatalkan puasa, melainkan itu adalah kekuatan yang dihasilkan dari ibadah yang Allah Ta'ala anugerahkan kepada Rasul-Nya Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan dengannya beliau tidak lagi membutuhkan makanan dan minuman. Atau dapat kita katakan bahwa kekuatan yang diperoleh oleh tubuh dan ketidakbutuhannya terhadap makanan dan minuman tanpa proses makan dan minum tidaklah membatalkan puasa.

Ditambah lagi, bahwa pada asalnya segala sesuatu itu tidaklah membatalkan puasa kecuali dengan dalil; dan disana tidak ada dalil dan qiyas jali yang dapat menetapkan batalnya puasa karena transfusi darah bagi orang yang berpuasa. Atas dasar itu, maka pendapat yang lebih dekat dengan kebenaran adalah bahwa transfusi darah tidaklah membatalkan puasa. Wallahu ta’ala a'lam.

Saudara kalian,

Prof. Dr. Khalid Al-Mushlih

20/9/1428 H

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus