Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

Puasa / Suntikan Pembuluh Darah Bagi Orang Yang Berpuasa

Suntikan Pembuluh Darah Bagi Orang Yang Berpuasa

mempublikasikan tanggal : 2016-05-05 | Views : 1371
- Aa +

Syaikh yang terhormat, Assalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh... Maklum adanya, bahwa suntikan obat di pembuluh darah diiringi oleh suntikan sedikit kadar air untuk mendorongnya masuk ke dalam tubuh dengan cepat. Apakah itu dapat dianggap termasuk dari perkara-perkara yang membatalkan puasa?

الحقنة الوريدية للصائم

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala,Rabb semesta alam. Shalawat, salam, dan keberkahan semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, keluarganya, dan para shahabatnya. Amma ba'du:

Dengan memohon taufik kepada Allah Ta'ala kami akan menjawab pertanyaan Anda, kami katakan:

Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh...

Menurut pendapat jumhur(mayoritas)ulama fikih kontemporer,bahwa menyuntik orang sakit dengan obat-obatan lewat pembuluh darah tidaklah membatalkan puasa. Itu karena menyuntikkan obat di pembuluh darah bukanlah makanan dan bukan minuman, dan tidak semakna dengan makanan dan minuman. Sehingga pada asalnya puasa itu tetap sah sampai ada dalil yang menjelaskankebatalannya, dan tidak ada satu pun dalil yang menunjukkan hal tersebut.

Adapun yang Anda sebutkan bahwa proses penyuntikan itu memerlukan sedikit air, maka itu juga tidak berpengaruh,karena itu sama seperti yang telah dijelaskan tadi, yaitu dia bukan makanan dan bukan minuman, juga tidak semakna dengan keduanya. Maka,hukum asalnya adalah puasa itu tetap sah. Itu dari satu sisi. Dari sisi yang lain dapat dikatakan,bahwa kadar air yang digunakan sangat sedikit dan tidak membatalkan puasa; dan kadarnya sama seperti air yang tersisa di mulut orang yang berwudhu. Maklum adanya bahwa air yang menempel di mulut orang yang berwudhu tidaklah membatalkan puasa secara kesepakatan,karena itu sedikit dan tidak disengaja.

Saudara kalian,

Prof. Dr. Khalid Al-Mushlih

19/10/1428 H

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus