Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

Puasa / Apakah Melihat Aurat Dapat Merusak Puasa?

Apakah Melihat Aurat Dapat Merusak Puasa?

mempublikasikan tanggal : 2016-05-06 | Views : 1107
- Aa +

Apakah melihat aurat dapat merusak puasa?

هل النظر إلى العورة يفسد الصيام؟

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala Rabb semesta alam. Shalawat, salam, dan keberkahan semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, keluarganya, dan para shahabatnya. Amma ba'du:

Dengan memohon taufik kepada Allah Ta'ala kami akan menjawab pertanyaanmu, kami katakan:

Menjaga aurat merupakan suatu kewajiban. Allah Subhanahu wa Ta'alaberfirman:

﴿قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ﴾[النور:30]

Artinya: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nur: 30).

﴿وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ﴾[النور:31]

Artinya: "Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nur: 31).

Apabila mata seseorang terjatuh pada aurat orang lain yang tidak boleh dilihat, maka dia wajib memalingkan pandangannya dan tidak melihat. Karena telah diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

"لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ، وَلَا تَنْظُرُ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ."

"Seorang lelaki tidak boleh melihat aurat seorang wanita; dan seorang wanita tidak boleh melihat aurat seorang lelaki."

Ini menunjukkan tentang kewajiban menjaga aurat. Di dalam hadits Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya -di dalam kitab Al-Musnad-, dia bertanya, "Wahai Rasulullah, apa yang boleh kami perlihatkan dan apa yang harus kami jaga dari aurat-aurat kami?" Beliau pun menjawab, "Jika kamu mampu agar tidak ada seorang pun melihatnya, maka lakukanlah." Hadits ini juga menunjukkan tentang kewajiban menjaga aurat.

Sampaipun dalam keadaan sedang bersendirian, seseorang harus menjaga auratnya dengan cara menutupinya. Dia (kakek Bahz) bertanya, "Jika seseorang dalam keadaan bersendirian?" Beliau menjawab, "Dia lebih berhak malu terhadap Allah Ta'ala." Di antara bentuk rasa malu terhadap Allah Azza wa Jalla adalah seseorang mengagungkan-Nya sehingga dia menjaga auratnya di saat sedang bersendirian, kecuali jika ada suatu hajat atau kemaslahatan.

Jadi kita wajib menundukkan pandangan dari aurat-aurat orang lain. Apabila mata kita terjatuh pada aurat orang lain, maka hendaknya kita palingkan darinya. Akan tetapi itu tidak berpengaruh pada keabsahan puasanya, shalatnya, dan ibadahnya.

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus