Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

التفسير / MAKNA FIRMAN ALLAH JANBILLAH

MAKNA FIRMAN ALLAH JANBILLAH

mempublikasikan tanggal : 2016-07-09 | Views : 1608
EN
- Aa +

Allah berfirman : (أن تقول نفس يا حسرتى علي ما فرطت في جنب الله وإن كنت لمن الساخرين) “agar jangan ada yang mengatakan “Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). Q.S. Az Zumar : 56. Apa maksud kata (جنب الله) janbillah ?Apakah ia termasuk sifat Allah? Dan bagaimana cara menetapkannya? المقصود بقوله تعالى (جنب الله)

Segala puji bagi Allah. Shalawat, salam dan keberkahan Allah semoga selalu tersampaikan kepada Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya.

Amma ba’du.

Dengan taufik dari Allah Ta’ala, maka jawaban atas pertanyaan saudara adalah :

Para ulama memiliki beberapa pendapat dalam mengartikan makna janbillah. Ada yang mengatakan artinya “hak Allah”, ada yang mengartikan “perintah Allah”, ada yang mengatakan “arah Allah”. Ada yang mengatakan “bagian samping Allah”.

Adapun kata janb digabunglan dengan kata Allah tidak berarti menjadi sifat Allah. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah menyatakan dalam kitabnya (Jawaban yang benar bagi orang yang mengubah agama Al Masih) hal. 4/416 : (bahkan kadang digabung beberapa makhluk Allah dengan kata Allah, ataupun sifat yang tetap bagiNya, maka tidak menjadi sifat bagiNya ketika yang disandarkan adalah makhluk, semisal rumah Allah, unta Allah, hamba-hamba Allah ...) kemudian beliau mengatakan : (di dalam Al Quran dijelaskan tentang yang dimaksud dengan janb/lambung tidak sama dengan lambung manusia, maka Allah berfirman :

(أن تقول نفس يا حسرتى على ما فرطت في جنب الله )

“agar jangan ada yang mengatakan “Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah ...”.

Mengurangi sesuatu dari sifat Allah ‘Azza wa Jalla bukan ketika seseorang mengatakan : Si fulan telah melalaikan lambung atau bagian samping sisi fulan, maka tidak difahami mereka (orang Arab) bahwa kelalaian ini dalam bagian tubuh seseorang itu, tetapi dimaksudkan bahwa itu adalah perbuatan yang melalaikan kepentingannya dan haknya. Kemudian ia mengatakan : Dan jika diposisikan bahwa penyandaran (kata Al Janb  yang berarti lambung) di sini mengandung makna sifat Allah, maka peryataan di sini seperti pernyataan di semua kata yang disandarkan kepada Allah Ta’ala dari sifat-sifat. Dan tidak mengharuskan dari ungkapan semacam ini kewajiban memberikan makna yang tidak benar.

Dan dzahir perkataan Syaikh rahimahullah di sini bukan menjadikan Al Janb adalah sifat Allah Ta’ala. Bahkan dalam fatwa yang lain disebutkan secara lebih tegas yang menyatakan tidak adanya petunjuk ayat menunjukkan akan hal itu (6/14).

Beberapa orang menyatakan : Yang bisa menetapkan (sifat) menunjukkan di sini maka bisa menjadi petunjuk di ayat yang lain.; bahkan ketika mereka mendapatkan dalil-dalil yang menunjukkan sifat, mereka menjadikan setiap ayat yang sebenarnya tidak secara jelas menyatakan kata tertentu disandarkan kepada Allah Ta’ala mereka jadikan penyandaran yang menunjukkan sifat dari sifat-sifat Allah sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala :

(فرطت في جنب الله ).

Dan baginya maka sesungguhnya ayat ini bukan bagian dari ayat-ayat tentang sifat-sifat Allah.

Wallahu A’lam.

Saudaramu

Prof. Dr. Khalid Al Mosleh

topik-topik yang berkaitan

Topik yang Dilihat

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus