Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

منوع / Julukan Seperti ‘Allaamah atau Imam

Julukan Seperti ‘Allaamah atau Imam

mempublikasikan tanggal : 2016-09-19 | Views : 1434
- Aa +

Apa pendapat anda tentang pemberian julukan dan sifat seperti “Allaamah”, “Imam” dan “Muhadis” kepada beberapa ulama dan penuntut ilmu ?

إطلاق الألقاب مثل علامة أو إمام

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam serta keberkahan semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya.

Amma ba’du.

Dengan memohon taufik dari Allah, maka jawaban pertanyaan saudara adalah sebagai berikut :

Yang menjadi catatan menurut sayaadalah pada penyesuaian pemberian julukan dan sifat-sifat ini. Karena termasuk masalah di zaman sekarang adalah berlebih-lebihan dalam pemberian julukan seperti allaamah,  al-imam dan al-muhadis serta yang semisalnya. Dan ini berbahaya dalam dua hal :

Pertama: Orang yang disifati dengan sifat-sifat ini dikhawatirkan akan lupa diri karenanya dan merasa memilikinya.

Kedua: Yang mendengarkan dan membaca sifat-sifat ini akan terasa biasa dalam pandangannya jika dikatakan dan diberikan kepada semua orang.

Dan saya ingat guru kami Syaikh Muhammad bin Utsaimin Rahimahullah  sangat keras dalam penggunaan beberapa julukan untuk para ulama besar yang memiliki peran sangat besar dan perkataan yang benar. Dan ketika ada salah seorang murid yang membaca di hadapannya  kitab Al Kafi, semisal ia membaca: “ Berkata Imam Ibnu Qudamah” maka ia memberikan peringatan bahwa julukan imam tidak disematkan kecuali kepada orang yang berhak seperti Imam Ahmad dan Imam Syafi'i atau yang setingkat dengan mereka berdua.

Dan Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Malik bin Dinar ungkapan kata yang sangat indah. Berkata Malik Rahimahullah  : “Ketika masyarakat mengenalku, aku tidak bangga dengan pujian mereka kepadaku, sebagaimana aku tidak membenci celaan mereka kepadaku”. Ditanyakan kepadanya : “Kenapa demikian? “ Maka ia menjawab : "Karena orang yang memujiku berlebihan dan orang yang mencelaku berbuat kelalaian."

Dan Imam Ahmad berkata kepada Marudzi ketika dikatakan kepadanya : “Sungguh saya berharap engkau terkenal di seluruh penjuru dunia.” Maka berkata Imam Ahmad : “ Wahai Abu Bakar, jika seseorang mengetahui hakikat dirinya, maka tidak akan berguna perkataan manusia tentang dirinya”.

Saudaramu

Prof. Dr. Khalid Al Mosleh

13/11/1424 H

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus