Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

Puasa / Keutamaan Puasa Di Bulan Sya'ban

Keutamaan Puasa Di Bulan Sya'ban

mempublikasikan tanggal : 2016-06-01 08:52 AM | Views : 693
- Aa +

Pertanyaan

Keutamaan puasa di bulan Sya'ban فضل الصيام في شعبان

Menjawab

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala Rabb semesta alam. Shalawat, salam, dan keberkahan semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, keluarganya, dan para shahabatnya. Amma ba'du:

Dengan memohon taufik kepada Allah Ta'ala kami akan menjawab pertanyaanmu, kami katakan:

Disebutkan di dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari hadits Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwasanya dia berkata, "Aku sama sekali tidak pernah melihat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam melengkapi atau menyempurnakan puasa satu bulan selain di bulan Ramadhan." Dengan demikian, tidak diriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahwa beliau berpuasa satu bulan genap selain di bulan Ramadhan. "Dan aku tidak melihat beliau berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada di bulan Sya'ban." Maksudnya, bahwa puasa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lebih banyak dilakukan di bulan Sya'ban; dan itu dilakukan secara sukarela dan persiapan untuk puasa bulan Ramadhan.

Itu adalah hikmah dari puasa di bulan ini (Sya'ban). Ada juga yang mengatakan selain itu. Akan tetapi intinya adalah bahwa beliau banyak berpuasa di bulan Sya'ban. Itu menunjukkan bahwa puasa di bulan Sya'ban adalah sama, baik di awal bulan maupun di akhir bulan.

Disebutkan di dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

"لَا تَقَدِّمُوْا صَوْمَ رَمَضَانَ بِصَوْمٍ بِيَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ، إِلَّا أَنْ يَكُوْنَ صِيَاماً يَصُوْمُهُ أَحَدٌ فَلْيَصُمْ."

"Janganlah kalian majukan puasa Ramadhan dengan puasa satu atau dua hari. Kecuali puasa yang biasa dilakukan oleh seseorang, maka dia boleh mempuasakan-nya."

Itu menunjukkan bahwa larangan yang ada disini berlaku hanya untuk puasa satu atau dua hari sebelum bulan Ramadhan bagi orang yang hendak berwaspada untuk bulan Ramadhan; karena itu akan menyebabkan adanya tambahan bilangan bulan; dan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

"إِلَّا أَنْ يَكُوْنَ صِيَاماً يَصُوْمُهُ أَحَدٌ فَلْيَصُمْ."

Kecuali puasa yang biasa dilakukan oleh seseorang, maka dia boleh mempuasakan-nya."

Itu menunjukkan bahwa jika puasa itu biasa dilakukan, seperti puasa Senin dan Kamis, dan itu bertepatan satu atau dua hari sebelum Ramadhan, maka ketika itu tidak apa-apa jika dia berpuasa; karena dia sudah biasa berpuasa di bulan itu dan dia tidak berpuasa untuk berwaspada untuk bulan Ramadhan.

Kita masih memiliki satu permasalahan yang terakhir. Di dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dan yang lainnya, di dalam kitab As-Sunan, disebutkan bahwa-sanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

"إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُوْمُوْا."

"Apabila telah masuk pertengahan bulan Sya'ban, janganlah kalian berpuasa."

Hadits ini tidak shahih dari segi isnad. Ditambah lagi bahwa larangan puasa setelah masuk pertengahan bulan Sya'ban tidaklah sah, sebagaimana hal tersebut menyelisihi apa yang ditunjukkan oleh hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang lalu:

"لَا تَقَدِّمُوْا صَوْمَ رَمَضَانَ بِصَوْمٍ بِيَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ."

"Janganlah kalian majukan puasa Ramadhan dengan puasa satu atau dua hari."

Atas dasar itu, berpuasalah sesukamu dari bulan Sya'ban, baik dari awal bulan maupun dari akhir bulan. Kecuali satu atau dua hari sebelum Ramadhan, maka janganlah anda mempuasakannya karena berwaspada untuk bulan Ramadhan. Jika anda mempuasakannya karena suatu kebiasaan, maka itu tidak apa-apa.

Topik yang Dilihat

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus