Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

أصول الفقه / Apakah berlaku ijma’nya Ahlus-Sunnah tanpa syiah?

Apakah berlaku ijma’nya Ahlus-Sunnah tanpa syiah?

mempublikasikan tanggal : 2016-07-10 03:00 PM | Views : 720
- Aa +

Pertanyaan

Bagaimana pendapat anda dengan pernyataan DR. Wahbah Az-Zukhaili dalam masalah Ijma’ bahwa tidak berlaku ijma’nya Ahlus-Sunnah tanpa ijma’nya mujtahid syiah, seperti tertera dalam buku beliau ushul fikih hal 44.

هل ينعقد إجماع أهل السنة بدون الشيعة؟

Menjawab

Segala puji hanya milik Allah, semoga Allah memberi salam dan bershalawat atas Rasulullah, juga atas keluarga dan para sahabat beliau.

Amma ba’du.

Aku belum membaca pernyataan DR. Wahbah Az-Zukhaili –semoga Allah memberi beliau taufik-. Dan aku tidak memiliki buku beliau itu sehingga aku dapat mengecek masalah yang telah disebutkan. Namun perihal masalah tersebut telah dibahas oleh ahli ilmu dari kalangan ahli ushul fikih dan selain mereka, ulasannya terdapat pada pembahasan kriteria orang yang diakui dalam ijma’. Dan menurut pendapat sebagian besar ahli ilmu dari kalangan ahli fikih dan ahli ushul adalah bahwa tidak diakui perkataan orang fasik dalam ijma’ secara mutlak, baik kefasikannya dari segi akidah ataupun dari segi perbuatan. Tidak hanya seorang ulama yang memberi contoh kefasikan dari segi akidah dengan contoh syiah rafidlah, Al-Mardawi –semoga Allah merahmatinya- dalam bukunya At-Tahbir syarhu At-Tahrir (4/1560) berkata:”Pendapat orang fasik tidak dianggap secara mutlak baik kefasikan secara akidah ataupun perbuatan. Secara akidah adalah seperti rafidlah, mu’tazilah dan selain keduanya”. Selesai.  

Ibnul-Qathan berkata :”Yang dimaksud dengan ijma’ menurut kami adalah ijma’nya ahli ilmu, adapun orang yang termasuk ahli ahwa (penurut hawa nafsu) maka tidak ada ruang masuk baginya dalam ijma”. dinukil dari buku Al-Bahr Al-Muhith (4/468).

Dan yang jelas bagiku adalah bahwa perbedaan mereka tidak dianggap, karena mereka menyelisihi Ahlus-Sunnah dalam pokok cara pendalilan, seperti : mereka tidak mengakui ijma’ dan tidak menganggapnya sebagai hujjah (dalil).

Berkata dalam buku Al-Ibhaj (2/264):”Telah lalu pembahasan bahwa syiah tidak mengakui ijma’ yang merupakan kesepakatan para mujtahid dari umat Islam sebagai hujjah (dalil)”, semua ini jika berkaitan dengan masalah cabang-cabang fikih, adapun dalam masalah akidah maka sama sekali mereka tidak dianggap; jika tidak, maka tidak akan ada dalam Ahlus-Sunnah satu kesepakatan ataupun satu ijma’. Wallahu a’lam.

Saudaramu

Khalid bin Abdullah Al-Mushlih

06/09/1425 H

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus