Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

muamalat / HUKUM MENYEWA BANGUNAN DARI PENJUAL MINUMAN KERAS

HUKUM MENYEWA BANGUNAN DARI PENJUAL MINUMAN KERAS

mempublikasikan tanggal : 2016-07-11 03:53 PM | Views : 942
- Aa +

Pertanyaan

Apakah boleh menyewa rumah makan dan ruangan yang dijual di dalamnya minuman keras dan yang diharamkkan ? Apakah boleh melaksanakan sholat dan dzikir di dalam ruangan itu ketika ada minuman keras di dalamnya ?

حكم التأجير على بائع الخمر

Menjawab

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam serta keberkahan semoga selalu tersampaikan kepada Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya, dan keselamatan.

Amma ba’du.

Dalam hadis –hadis Nabi Al Musthofa shalallahu alaihi wa salam melarang seorang muslim duduk bersama dalam meja yang diminum dan dihidangkan minuman keras di dalamnya. Hadis yang paling shahih adalah yang dikeluarkan oleh Nasaiy dalam Sunan Al Kubro (No 6741) dari hadis Abu Zubair dari Jabir radiyallahu anhu  ia berkata : Rasulullah shalallahu alihi wa salam bersabda :

((من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يجلس على مائدة يدار عليها الخمر))

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah duduk di meja yang dihidangkan di dalamnya minuman keras”

Isnad hadis ini jayid (bagus) sebagaiman komentar Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bary (9/250)

 

Dan Imam Tirmidzy telah meriwayatkan hadis dari Lais bin Abu Sulaim dari Thawus dari Jabir. Adn hadis ini lemah disebabkan adanya perawi yang lemah yaitu Lais.

Hukum larangan ini tidak dikhususkan dalam meja hidangan saja, tetapi masuk di dalamnya tempat yang jelas ada di dalamnya minuman keras. Oleh karena itu saya melihat tidak diperbolehkannya menyewa ruangan semacam ini yang disediakan di dalamnya minuman keras dikarenakan ini termasuk tempak maksiat yang wajib harus ditinggalkan  dan keluar darinya.

Imam An Nasaiy telah meriwatkan hadis (No 5256) dari sahabat Ali bahwasanya dia berkata : “saya memasak makanan kemudian aku undang Nabi shalallahu alaihi wa salam, kemudian beliau datang dan masuk. Sampai beliau melihat gambar-gambar (makhluk bernyawa) kemudian beliau keluar dan bersabda:

((إن الملائكة لا تدخل بيتاً فيه تصاوير))

“Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang ada di dalamnya gambar-gambar(makhluk bernyawa)”

Imam Ad Daruquthny menghukumi hadis ini sebagai hadis mursal dalam kitabnya Al ‘Ilal (3/122)

Dan sungguh para ulama salaf terdahulu dari kalangan shabat dan ulama setelah mereka tidak mau menghadiri pesta-pesta yang terdapat di dalamnya penyimpangan dan maksiat yang itu lebih ringan dari pada minuman keras. Ada riwayat yang shahih dari Ibnu Mas’ud bahwasanya beliau melihat pada sebuah rumah yang akan dimasuki terdapat gambar (makhluk bernyawa) maka beliau berbalik pulang. Dan begitu pula diriwatkan dalam riwayat yang shahih dari Ibnu Umar bahwasanya beliau mengundang Abu Ayyub. Kemudian ketika Abu Ayyub melihat tirai yang ada di dinding (yang terdapat gambar), maka Ibnu Umar berkata (membela diri) : “Kami dikalahkan para wanita” kemudian Abu Ayyub berkata : “Aku selalu takut kepadaNya dan aku tidak takut kepadamu. Demi Allah aku tidak akan makan bersama kamu” kemudian beliau pulang.

Imam Al Bukhari juga meriwayatkan dua riwayat tadi secara mu’allaq dalam kitab Shahihnya.

Adapun hukum shalat di dalamnya adalah sah berdasarkan keumuman hadis Nabi shalallahu alaihi wa salam dalam hadis yang diriwayatkan Hasyim bin Sayar dari Yazid Al Faqir dari Jabir :

((وجعلت لي الأرض مسجداً وطهوراً))

 “Dan telah dijadikan (khusus) untukku tanah sebagai masjid dan sebagai pembersih”

Hadis Riwayat Bukhori (No 323) dan Muslim (No 810).

Tetapi tidak diragukan lagi bahwa wajib meninggalkan tempat-tempat yang terdapat di dalamnya kemunkaran, maka shalat di dalam tempat seperti ini sedangkan ada kemampuan untuk tidak shalat di dalamnya maka tidak boleh.

Wallahu A’lam.

Saudaramu.

Prof. Dr. Kholid Al Mosleh.

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus