Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

مناسك الحج والعمرة / Umroh pada malam ke dua puluh tujuh Ramadhan

Umroh pada malam ke dua puluh tujuh Ramadhan

mempublikasikan tanggal : 2016-08-18 05:29 PM | Views : 573
- Aa +

Pertanyaan

Apa nasehat anda kepada kaum muslimin yang mengkhususkan umroh pada malam ke dua puluh tujuh Ramadhan yang menyebabkan adanya desak-desakan yang yang tidak biasanya?

العمرة ليلة سبع وعشرين من رمضان

Menjawab

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah Ta'ala, shalawat serta salam dan keberkahan semoga terlimpahkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kepada keluarga dan para sahabatnya.

Amma ba'du

Tidaklah ditemukan dalam Kitab Allah Ta'ala, Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, juga tidak ditemukan dalam perbuatan para sahabat yang menunjukkan adanya keutamaan pengkhususan malam ke dua puluh tujuh Ramadhan dengan ibadah umroh. Namun hal ini muncul dari orang belakangan yang diada-adakan oleh sebagian manusia. Barangkali pengkhususan yang dilakukan oleh sebagian orang ini adalah persepsi mereka akan keutamaan umroh pada bulan Ramadhan serta  keutamaan malam ke dua puluh tujuh di mana menurut pendapat yang rajih merupakan waktu datangnya lailatul qadar. Oleh karena itu saya memperingatkan saudaraku sekalian dari dua hal yang dengannya jelaslah kesalahan pengkhususan tersebut, yakni :

Yang pertama : bahwasanya riwayat yang menyebutkan tentang keutamaan umroh pada bulan Ramadhan tidaklah ada pengkhususan akan malam-malam tertentu atau waktu-waktu tertentu; namun keutamaan tersebut ada pada seluruh bulan Ramadhan dari awal masuknya malam pertama sampai terbenamnya matahari di akhir hari bulan tersebut, sebagaimana hadis riwayat al-Bukhari (1782), Muslim (1256) dari jalan 'Atha' bin Abi Rabah dari Ibnu Abbas radhiyallau 'anhuma beliau berkata : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada salah seorang wanita anshar :

((إذا جاء رمضان فاعتمري، فإن عمرة فيه تعدل حجة))

"Apabila telah datang bulan Ramadhan maka tunaikanlah ibadah umroh, karena sesungguhnya umroh pada bulan itu senilai dengan pahala haji."

Nabishallallahu 'alaihi wasallam tidak mengkhususkan tentang keutamaan ini pada waktu-waktu tertentu pada bulan Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa keutamaan tersebut dapat diperoleh pada awal maupun akhir bulan Ramadhan.

Yang ke dua : bahwasanya sebaik-baik umroh yang di lakukan pada malam lailatul qadar adalah apabila diaktualisasikan dengan memperbanyak shalat dan doa dengan penuh kesungguhan. Dalil tentang memperbanyak shalat adalah sebagaimana yang terdapat dalam shahih al-Bukhari (2014), Muslim (760) dari jalan Abu Salamah dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

((من قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه)).

"Barangsiapa yang melakukan qiyamullail pada lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Adapun tentang doa, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad (24856), Imam Tirmidzi (3513), dan selain keduanya dari jalan Abdullah bin Buraidah dari 'Aisyah radhiyallau 'anha berkata : "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, jika aku mendapati suatu malam yaitu lailatul qadar, apa yang hendaknya aku ucapkan?" Lalu beliau menjawab : 

((قولي اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني))

"berdoalah : Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun maka ampunilah aku."

Ini menunjukkan keutamaan doa pada saat lailatul qadar yang dikenal di kalangan para sahabat radhiyallahu 'anhum, yang hendaknya anda berdoa dengannya. Dan tidak ditemukan perbedaan pendapat di kalangan para ulama, bahwasanya doa pada malam lailatul qadar memiliki keistimewaan, pahala yang banyak, serta mustajab. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa sebaik-baik doa adalah yang dipanjatkan ketika shalat.

Dalam riwayat Imam Muslim (482) dari jalan Abu Shalih dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد فأكثروا الدعاء"

"(keadaan) seorang hamba yang paling dekat dengan rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, oleh karenanya perbanyaklah doa."

Begitu juga hadis yang terdapat dalam Shahih Muslim (479) dari jalan Ibrahim bin Abdillah bin Ma'bad dari ayahnya dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata : Rasulullah shallallhu 'alaihi wasallam bersabda : 

" وأما السجود فاجتهدوا في الدعاء فقمن أن يستجاب لكم"

"Adapun ketika sujud, bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, karena sangat pantas doa kalian untuk dikabulkan (saat seperti itu)

Yakni sangat layak dikabulkan Allah Ta'ala apabila kalian melakukannya.

Demikianlah yang aku nasehatkan kepada saudaraku sekalian, hendaklah bersungguh-sungguh terhadap apa yang telah dianjurkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berupa qiyamullail pada malam-malam sepuluh hari yang terakhir, serta bersungguh-sungguh dalam berdoa dengan penuh kerendahan diri pada malam-malam yang penuh berkah di manapun kita berada. Dengan demikian, tidak ada keutamaan dan keistimewaan khusus umrah pada malam ke dua puluh tujuh Ramadhan melainkan umrah pada seluruh waktu bulan Ramadhan. Bahkan menyengaja umrah pada malam ke dua puluh tujuh Ramadhan termasuk perkara baru, sebagaimana kenyataan orang-orang yang mengkhususkan malam tersebut dengan umrah, tidak seorangpun dari mereka yang melakukan ibadah umrah dengan penuh kekhusukan dan thuma'ninah karena banyaknya manusia yang saling berdesakan. Bahkan diantara mereka ada yang berusaha ingin menyelesaikan umrahnya sesegera mungkin. Sehingga mereka tidak banyak berdoa, tidak tenang, bahkan tidak jarang mereka merugikan orang lain, dan yang demikan ini tidaklah ada kebaikan di dalamnya.

Saudara kalian

Dr. Khalid al-Mosleh

06/09/1425

Topik yang Dilihat

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus