Permintaan Formulir Fatwa

Captcha yang salah
×

Terkirim dan akan dijawab

×

Maaf, Anda tidak dapat mengirim lebih dari satu fatwa per hari.

منوع / Apakah bumi berputar

Apakah bumi berputar

mempublikasikan tanggal : 2016-09-24 09:25 AM | Views : 1467
- Aa +

Pertanyaan

Saya berharap penjelasan dari anda seputar putaran bumi. Ada permasalahan antara imam masjid dan sebagian jamaah yaitu terjadinya perdebatan sengit sekitar perputaran bumi. Imam berpendapat bahwa bumi tetap tidak berputar dan bersikeras akan hal itu dengan mmengatakan ada ijma’ dalam hal itu. Dan jamaah masjid mengatakan bahwa bukti ilmiah dan penelitian menetapkan perputaran bumi. Semoga Allah memberikan terima kasih kepada anda dan membalas anda dengan pahala.

هل الأرض تدور حول نفسها، وهل هذا ثابت بالكتاب والسنة

Menjawab

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam serta keberkahan semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya.

Amma ba’du.

Ijma’ ulama yang dinukil bahwa bumi tidak berputar adalah persangkaan dan kesalahan yang nyata. Tidak ada ketetapan ijma’ yang shahih tentang tidak adanya perputaran bumi. Kemungkinan penyebutan ijma’ tentang tidak adanya rotasi bumi bersumber pada apa yang disebutkan Qurthubi Rahimahullah dalam tafsir firman Allah Ta’ala :

﴿ وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا﴾

“Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya” Q.S. Ar Ra’d : 3.

 

Dimana dikatakan : (Dan yang menjadi pendapat kaum muslimin dan ahli kitab, pendapat yang menyatakan diamnya bumi dan tetapnya sertahamparannya. Dan seseungguhnya gerakannya biasanya adalah berbentuk gempa yang menimpanya) Tafsir al-Qurthubi (9/280).

Walaupun beliau mengatakan penukilan ijma’ tetapi ini adalah ijma’ yang tidak shahih karena tidak ada sandaran nash. Qurthubi menukil ijma’ berdasarkan pengetahuan manusia yang sampai kepadanya di masanya. Dan yang semacam ini tidak bisa dikatakan sebagai ijma’. Karena ijma’ harus bersandar pada dalil Al Quran dan Sunah atau kenyataan. Dan tidak ada dalil dari Al Quran dan Sunah yang memberikan pengetahuan bahwa bumi tidak bergerak. Begitu pula tidak ada dalil dalam kenyataan yang menetapkan hal itu. Maka ijma’ yang dinukil Qurthubi Rahimahullah berasal dari ijtihad dan persangkaan, bukan berdasarkan ilmu dan keyakinan.

Dan yang menjadi acuan utama orang yang berpendapat bahwa bumi tidak berputar adalah apa yang difahami sebagian ilmuwan terhadap beberapa ayat dan hadis yang menunjukkan bahwa bumi tetap. Dan ayat yang disampaikan Allah Ta’ala tentang sifat bumi yang tetap adalah dalam firmanNya :

﴿ اللهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأَرْضَ قَرَارًا﴾

“Allahlah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap” Q.S. Ghafir :64.

Dan ini bukan menjadi dalil tidak berotasinya bumi. Karena maksud dari ayat ini adalah penyebutan karunia untuk makhlukNya dengan diberikan kekuatan untuk hidup di atas bumi tanpa kesulitan dan goyangan. Allah jadikan pasak di bumi yang mencengkramnya agar tidak guncang bersama orang yang tinggal di atasnya. Sebagaimana difirmankan Allah Ta'ala :

:﴿وَجَعَلْنَا فِي الأَرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ﴾

“Dan Kami menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka” Q.S. Al Anbiya : 31

Dan keadaan bumi yang tetap ditinggali tidak menafikan gerakan dan rotasinya. Dan makna yang seperti ini ada dalam kehidupan nyata. Orang yang menaiki perahu yang berjalan di atas laut dan bergerak denganpenumpang di atasnya dalam keadaan tenang dan tetap jika tidak ada gelombang laut. Ketetapan dan ketenangan ini tidak menghalangi gerakan dan perpindahan di dalam kapal itu.

Dan ciptaan Allah Yang Maha Teliti dalam menciptakan segala sesuatu Ia Yang Maha Agung lagi Maha Besar. Dan tidak perselisihan antara diamnya bumi dengan gerakannya dan rotasinya.

Dan contoh sebagian orang yang berdalil dengan Al Quran tentang tidak adanya rotasi bumi adalah firman Allah tentang berjalannya matahari dan bulan :

﴿وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (38) وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ (39) لا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ﴾

“dan matahari berjalan di tempat perederannya. Demikianlah ketetapan Allah Yang Maha PerkasaLagiMaha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya” Q.S. yasin : 38-40.

Dan ayat-ayat ini tidak menafikan rotasi bumi. Dan di dalamnya ada penetapan berjalannya matahari dan bulan.

Dan berdasarkan apa yang telah dijelaskan sebelumnya, maka yang shahih bahwa tidak ada di dalam Al Quran dan Sunah RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada dalam perkataan para imam dari para salaf yang menafikan rotasi bumi jika bukti ilmiah memang membuktikan akan hal itu. Dan yang sepantasnya diingat, bahwa permasalahan rotasi bumi bukan termasuk masalah-masalah agama dimana tidak ada penyebutan secara jelas dalam nushus Al Kitab dan Sunah baik yang menetapkan atau menafikan. Maka referensi dalam menetapkan rotasi bumi atau menafikannya adalah apa yang telah ditetapkan dalam riset dan bukti ilmiah.

Wallahu A’lam.

Saudaramu

Prof. Dr. Khalid Al Mosleh

5/11/1434 H

Topik yang Dilihat

Komentar (0)

×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus